SAVE ME THE PLACE

“It’s too late to talk to you. And it’s too soon to say good-bye. Listen where ever you may be. You still live inside my mind. Something tells me that you are free again. In a place that feels like home. It’s never easy to understand Why memories hold our hand. But people let go.”

Yap..potongan lirik lagu “Feels Like Home” dari No Use For A Name yang tramat tragis menurutku. mungkin karena musik memanglah bahasa yang universal sehingga bisa berlaku dengan situasi tertentu di mana pun dan kapanpun..haruskah ku katakan bahwa akupun mengalaminya…thats so pathetic..!!!

aku tidang sedang mencari-cari kesalahanku sendiri atau sebuah pembenaran dari ketidakberdayaanku menghadapi apa yang semestinya kulakukan. sebuah pengharapan yang maha hampir saja jatuh ke jurang tak berujung..ataukah memang dia telah jatuh..kembali kuberharap semoga belum jatuh…terlambat,,slalu saja tekad itu membuncah di saat waktu untuk berkata-kata telah habis..selalu saja terlambat..sick of being late optimistic. sedangkan untuk berucap selamat tinggal rasanya terlalu dini. mungkinkah pernyataan ini menggambarkan harapan..aku setuju saja, aku masih terus berharap sampai suatu saat yang kumiliki hanyalah bayanganmu saja dalam ingatanku.

semoga kaupun setuju bahwa kita tidak pernah menginginkan akhir secepat ini. bahwa kita tidak ingin berakhir seperti ini.. tiba-tiba saja semuanya membeku seakan tiada lagi kehangatan dalam canda seperti kemarin. apakah aku harus percaya bahwa kau memang menginginkan hal ini menjadi seperti ini. bahwa dengan seperti ini kau memang akan merasa selalu senang, bahagia, layaknya selalu berada di rumah tanpa menginginkan apa-apa lagi. dan jika memang sperti itu, akan terasa sangat sulit untuk memahami arti dari kenangan indah hari kemarin. atau memang semuanya telah berada di luar rasio, bahwa akupun harus lebih lihai lagi menipu diriku sendiri…aku kira aku bukanlah sosok skizofrenik yang akut, yang sangat mampu bertahan dalam keadaan tanpa kepastian apa-apa hanya karena belum memiliki kesempatan yang tepat saja untuk sekedar berucap tentang sesuatu yang pasti. aku bukanlah mahluk seabsurd itu..aku tramat lemah. mungkinkah aku seorang psichospeech yang memang sama sekali tidak bisa berkata apa-apa untuk memulai sesuatu yang pasti..setidaknya perasaanku adalah sesuatu yang pasti untukku. aku bukanlah orang seperti itu, aku masih noramal saja jika hanya untuk bercakap-cakap…entah karna apa sehingga semuanya terasa terlambat.

atau kita terlalu kuat memasang batasan-batasan yang semestinya tidak harus kita pasang diantara kita? pathetic wall menurutku. atau kau memang tidak pernah memberiku kesempatan berkata-kata sebelumnya…atau aku memang sudah sangat diwajibkan untuk percaya takdir bahwa memang semua ini hanyalah ilusi sesaat…entahlah???

hari ini sudah terlalu banya kata entah dan mungkin. entah besok apalgi?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s