THE MUTANT

Gejala flu semalam, kurasa sedikit mereda. Aku terbangun sekitar jam 10 pagi, sepertinya menjadi yang terakhir masih tertidur. Semua telah bangun, Sheni, Ulla, Puput sementara Welem dan Fami mungkin telah berangkat kerja.

Kulihat Sheni mengulik cyber tepatnya situs myspace. Dia sedang menginput data-data akun baru sebuah band bernama “MUTANT” drunken fighter punk, natural born fighter. Sebuah band punk rock (serius, bukan punk rock ala-ala) beranggotakan petarung punk jalanan dari kawasan Ablam Chaos. Mereka memang dikenal sebagai petarung jalanan yang lahir alamiah. Mereka sangat identik dengan mutant, setengah manusia setengah hewan pemangsa. Begitu gampang terlibat perkelahian yang beresiko fatal meski kutahu dengan yakin kalau mereka hanya mempertahankan diri, bukan pembuat onar tentu saja. Aku mengenal mereka sebagai punk yang bersahaja, selalu menyenangkan saat bercengkrama dengan mereka.

Berbeda mungkin dengan punk elite di kota ini yang telah memenuhi daftar populis dikalangan sendiri sampai seantero komunitas kota yang terlibat sebagai pelaku maupun penonton aktivitas underground. Myspace bisa jadi merupakan alat perkenalan mereka dengan pemukiman pinggiran kanal yang bukan hanya di kota ini saja, tapi seluruh jagad yang tejangkau gelombang elektronika.

Beberapa waktu kemudian aku meninggalkan Sudiang menuju kota. Singgah sebentar di area pemondokan mahasiswa Tamalanrea Jaya untuk makan siang. Aku senang dengan masakan kakilima di ujung jalan Politeknik. Rasanya seperti sedang makan di rumah, di kampung. Mungkin karena pengelolanya sama daerah asal denganku. Setelah makan, singgah sejenak di taman belakang UKPM yang selalu teduh sekedar menghabiskan sebatang rokok sebelum bersiap main Futsal. Futsal kali ini rencananya bermain bersama teman-teman dari Idefix melawan komunitas Malcom.

Futsal yang menyenangkan. Bayangkan saja, rata-rata di antara kami hampir tidak pernah berolahraga. Sekedar jogging saja setauku tidak pernah, apalagi sampai main futsal. Olah raga yang biasa kami rasakan mungkin bentuknya “lain”. Kekuatan fisik kami kepayahan menghadapi anak-anak Malcom yang bermain dengan tensi tinggi berkobar-kobar dan sangat serius.

Akhirnya setelah mutar sedikit di kota, kutemukan diriku meriang dan hanya mampu terbaring. Ternyata gejala flunya masih berlanjut.

09062010

Advertisements

2 thoughts on “THE MUTANT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s