Seharian Mengutak-atik Hanphone

Dengan maksud ingin mereset hp ke settingan awal (factory setting) kumasukkan beberapa kombinasi angka dan simbol ternyata selalu berakhir nihil akibat “lock code” yang enggan cocok. Meski pada akhirnya berhasil, rasanya cukup lama juga aku bertarung dan nyaris menyerah.

Perintah seperti *#7780# selalu berakhir dengan prase “code failed”. Setelah berungkali mencoba, akhirnya dalam keadan off, kutekan tombol yes, 3 dan * secara bersamaan lalu tombol on tanpa melepas ketiga tombol sebelumnya. Untuk hp Nokia tipe N70, cara ini memang tidak gampang karena tombol onnya yang berada di sisi atas hp bukan di bagian tombol-tombol seperti kebanyakan hp non Nokia.

Walhasil, semua adata terhapus, tapi aku malah kegirangan. I did it, its works heheheh. Sebelumnya, beberapa data yang penting seperti kontak dan beberapa catatan telah aku copy ke memory card dan melepaskannya sebelum memulai mereset. Beberapa setingan membuatku bingung dan satu persatu berhasil kuatasi.

Meninggalkan Lisa, aku menuju Pelita. Tahu tidak, apa yang kutemukan di sana? Sama, masalah hp juga, hahahahaha. Sepupu ingin menjual hp nya yang telah “ngambek” setahun ini. Berbagi perbincangan mengenai hp mewarnai. Mulai dari type, harga, kualitas dan berbagai hal lainnya akhirnya mereda seiring mereka pergi mencari pembeli.

Saat pulang, mereka malah membawa dua buah hp, satu secondhand type lawas Nokia 3830, satunya lagi brand new Nokia X2.

Aku berefleksi, mengapa hp memiliki posisi yang sepertinya begitu penting? Padahal HP telah menghadirkan berbagai kesukaran yang aneh-aneh dan aktivitas baru yang bermacam-macam. Berbagai aktivitas mulai menjangkiti orang-orang seiring kehadiran, dan ke-biasa-an HP. Atas nama mobilitas dan percepatan, HP juga ternyata masih memiliki inherensi bawaan yang tidak sepenuhnya positif. Bukankah teknologi sebagai ekstensi manusia harusnya memudahkan? Memang, telah banyak yang bisa tertawa (terutama pihak provider dan produsen hp) tapi tidak sedikit juga yang harus menangis. Lagu dangdut saja sudah banyak yang bertemakan HP dan mungkin saja ada pasutri yang sampai cerai hanya karena HP, paling tidak ada yang putus cinta karena hp. Sampai menjelang tidurpun aku masih sempat menulis sms di hp ku kesebuah nomor yang paling aku hapal “have a nice dream, sleep tight and I kiss you goodnite”, nah lho 😛

30072010 @ Lisa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s