Antiquarian Anti-Queer-ian

Sekali lagi, telah kutemukan jalan pulang. Tentu saja jalan ke rumah ini, rumah kita. Lama aku terombang-ambing gelak tawa dan kelupaan dan ditinggal harapan akan sesuatu yang mestinya telah kutemukan di halaman ini, halaman rumah kita. Seperti Santiago dalam kisah Alkemisnya Paulo Coelho, mungkin harta itu adalah halaman rumah yang sangat luas ini, aku malah menjelajah ke negeri-negeri yang jauh mencarinya. Tidak mesti menggali tanah seperti dalam kisah 1001 malam. Kita hanya perlu menatanya menjadi taman, taman kita di halaman kita juga. Nantinya aku akan membuat sebuah bangku, yah bangku taman. Meskipun aku tidak lagi berharap apakah kau sudi menemaniku duduk di bangku itu menikmati teh petang nanti saat langit mulai memerah saga ditinggal matahari. Setidaknya, taman kita memiliki bangku selain bebungaan dan cawan-cawan besar prestasi-prestise yang mungkin akan kau tanami bunga kamboja yang sedang mahal harganya. Sangat boleh kau menanam beberapa batang kaktus buah naga, bukankah kita semua membutuhkannya. Buah naga itu akan menjadi penyambung silaturrahim kita dengan tetangga.

Aku serius akan membangun sebuah bangku di taman itu. Mungkin akan terlihat bergaya naturalis atau rada nakal ala aphorism. Akan kunamakan dia bangku-taman.wordpress.com, semoga nama itu masih tersedia. Meski aku sebenarnya tahu kau enggan duduk di bangku itu berdua denganku, tapi aku harap suatu saat kau mau duduk berdua dengan siapa saja yang kausenangi. Bukankah siapa saja boleh duduk di bangku taman kita. Aku juga ingin supaya kau tahu sebenarnya aku sedang berusaha melawan mimpi buruk yang senantiasa dibentangkan waktu setiap malam di beberapa bulan ini. Mimpi buruk mengenai kesangsian setiap mata yang akan kujumpai pagi nanti.

Zusammenhang des Lebens menjadi salah satu alasan ku mengapa aku begitu berbinar saat ini. Dilthey benar, aku hanya ingin bocah-bocah yang mengaji dirumah ini nantinya tahu bahwa kau pernah duduk di sana, meski tidak untuk menikmati teh madu seperti yang pernah kau seduhkan untukku. Seperti kau tahu, aku pernah ingin membangun rumah di hatimu telah menjadi antiquarian bahkan telah mengalami metonimi. Semoga cocok dengan rumah ini, rumah kita.

Nama yang tertulis di gapura juga telah kuganti, kelihatannya telah usang. Bukan lagi wajahjiwa.blogspot.com yang tertulis di sana, tetapi kubarui menjadi antiqueerian.blogspot.com. Aku memang menemukan “antiquarian” dalam sejuntai wicara Karen Armstrong tentang Baginda kita yang terkasih, Rasulullah SAWW. Seperti kau tahu, aku senang masa lalu … selalu untuk dilanjutkan esok hari. Aku senang dengan masa lalu seperti yang tertera di salah satu sudut dinding Janus Cafe. Tentang penyucian diri, itulah yang sementara aku lakukan. Beberapa perabotan dan perkakas juga telah kusiapkan untuk ruang tengah. Aku menatanya di pongpadang.wordpress.com

Kepada para tetangga, tamu-tamu tetap kami, rumah ini kembali dibuka. Hidangan yang kami siapkan beberapa waktu lalu mengenai telah ditutupnya rumah ini telah basi. Silahkan berkunjung, kami akan menyiapkan jejamuan, mudah-mudahan bisa menghilangkan sedikit dahaga yang semakin hari semakin pekat.

Al Mahdi Taria
Dapur Sepakat
22 juni 2011

Advertisements

2 thoughts on “Antiquarian Anti-Queer-ian

  1. salam.
    Jalan pulang selalu terbuka… “Tuhan tidak punya lupa, Ia hanya punya belas kasih” Demikian terpampang di salah satu sudut Janus Café

    Hehehe…saya juga sudah mengikuti jejak empu-nya blog ini, dari rumah-siput.blogspot.com menjadi anonimuse.blogspot.com.

  2. Janus Cafe memang selalu menghadirkan kesan, saya suka duduk di meja sudut kanan depan, dengan segelas Janus Mocchiato seolah sedang membaca tabloid sebenarnya lebih memperhatikan orang-orang yang lewat keluar masuk.

    anonimuse, the saga of anonimuse … hmmmhh semoga bisa menjadi kisah yang menuntun siapa saja berjalan lebih jauh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s