Lagu Perang dan Kekalahan

Dia tidak akan lupa bagaimana dulu ketika semuanya berawal. Ketika burung camar terbang rendah bermain di atas buih-buih gelombang. Ketika angin sepoi berhembus malu-malu. Ketika hari sore hanya mengintip dari sudut matanya.
Dia tidak akan lupa mengucapkan terimakasih untuk setiap sungging senyum mengawali pagi. Untuk setiap gelak tawa, riuh rendah bahkan bulir-bulir embun di kelopak cakrawala.
Dia tidak akan lupa bagaimana raut wajah mereka yang memperkenalkan hidup. Telah banyak Intelektual meninabobokan mereka yang kelaparan. Dia tahu mengapa dapur di setiap rumah di tanah ini letaknya bukan di ruang tamu.
Inilah lagu perang dan ode kekalahan. Tanpa lipur dan perundingan. Ketika malam mendekat tanpa warta cerah mentari esok hari. Rima kekalahan kami merasa berarti. Pagar-pagar pemukiman dibangun semakin tinggi bahkan tidak menyisakan celah untuk suara seruling dan kepakan bangau persawahan.
Tembang kekalahan membahana mengabadikan kenangan kisah-kisah penuh harap. Kepastian adalah kabar buruk atas harapan-harapan yang tidak mewujud.
nb: pict source – asyikabdulrazak.blogspot.com – without permission
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s