Salam Rindu

43c3b-fatemeh_zahraa
Dalam bahasa yang sukar kumengerti, bagaimana mungkin melipur lara ini. Kelopak-kelopak telah mengering tertawan kemarau panjang. Cahaya, malam-malamku teramat pekat sementara siang sangat silau. Kau, panggilan tersayang selalu menyertailah yang mampu selamatkan aku, harapanku. Aku tidak ingkar untuk semua, ini deritaku.
Wahai engkau, satu-satunya pemilik penolakan atas siksaan! Salam kepadamu dan keluargamu. Aku merayumu dalam bahasa cintaku yang hina. Rinduku, betapapun hitam, putihkanlah. Sungguh aku mendambakan balasanmu. Sampaikanlah salam dan kecintaan rapuhku kepada ayahmu. Kaulah putri kesayangannya, kaulah wanita kesayangan Kekasihnya. Aku mencintaimu, tanpa niat kehinaanku, semoga aku tergabung dengan mereka yang kau cintai.
sumber gambar: http://abelislanzadi.student.umm.ac.id (uncomfirmed)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s