Teh Dingin untuk Sarapan

image source: sensibiliteas.blogspot.com

Sekali lagi, jangan paksa aku percaya bahwa seperti ini kemampuanmu. Jangan paksa aku menganggap Tuhan bermain dadu. Jangan paksa aku, kebetulan dan kebenaran kata dasarnya berbeda makna. Tapi jangan paksa aku kebaruan, bahwa ketika makna awal sama, kebetulan jalan ini banyaknya tidak terhingga.

Aku membenci Marx meski tahu dia hampir benar absolut. Demi setiap uraiannya, anak adalah kutukan. Menjadi komoditas mengelabui kepalsuan kebetulan kesadaran. Semakin banyak anak, semakin hilang persaudaraan.

Maka tidak akan aku menjilati buih teh dingin ini. Aku tahu rasanya kelabu, dingin kata-kata dan gelap disembunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s